Tips Kesehatan Tanaman Padi

1. Pemilihan Benih Berkualitas
- Gunakan benih bersertifikat dari lembaga resmi seperti Balai Benih Padi Nasional untuk memastikan kemurnian genetik dan viabilitas tinggi.
- Uji daya tumbuh benih dengan merendam dalam air garam (benih yang mengapung adalah benih hampa).
2. Pengendalian Hama & Penyakit
- Wereng Batang Cokelat: Gejala: Daun menguning, tanaman kerdil. Solusi: Gunakan varietas tahan (Ciherang, Inpari), hindari pemupukan nitrogen berlebihan.
- Penyakit Blas (Magnaporthe oryzae): Gejala: Bercak daun seperti mata ikan. Solusi: Rotasi tanaman, aplikasi fungisida berbahan aktif tricyclazole.
3. Pemupukan Berimbang
- Analisis tanah sebelum pemupukan untuk mengetahui kebutuhan hara.
- Gunakan pupuk organik (kompos, pupuk kandang) untuk memperbaiki struktur tanah.
- Pupuk anorganik (NPK) diberikan sesuai fase pertumbuhan:
- Fase vegetatif: Nitrogen tinggi.
- Fase generatif: Fosfor dan kalium tinggi.
4. Pengelolaan Air yang Efisien
- Sistem intermitten irrigation (pengairan berselang) mengurangi risiko penyakit akar dan menghemat air hingga 30%.
- Genangan air sebaiknya tidak lebih dari 5 cm untuk mencegah busuk batang.
5. Rotasi Tanaman
- Bergilir dengan palawija (kedelai, jagung) untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit.
- Tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan membantu memperbaiki nitrogen tanah.